Jika Takaran Asupan Kafein Tepat, Bisa Menjadi Obat


Kamis, 24 Maret 2016
Label: , ,
Advertisement
Resep Menggapai Sehat - Jika Takaran Asupan Kafein Tepat, Bisa Menjadi Obat

Minuman kopi, bisa menjadi bahan bakar Anda di pagi hari, menyegarkan Anda di sore hari, dan terkadang, memberi kita alasan untuk berani menjalani aktivitas sepanjang hari. Dengan terus meningkatnya tren seni penyajian kopi, seperti kopi latte, slow pours, flat whites, dan inovasi-inovasi kopi lainnya yang terus-menerus merangsang para penikmat kopi untuk tetap pada pilihannya. Maka tidak mengherankan bahwa penduduk di dunia, kecanduan akan kopi. Mereka yang merasa menjadikan kopi sebagai minuman favorit, tidak akan pernah menghiraukan berapa pun yang harus dikeluarkan untuk membayarnya.

Baca Juga:

Antara minuman energi, soda, dan teh, kopi bukan satu-satunya sumber kafein. Hal ini, setelah dinyatakan bahwa kafein merupakan obat (narkoba) yang paling populer di dunia. Memang, sebagian besar orang masih banyak yang menganggap bahwa kafein itu hanya menghadirkan sisi negatif saja, namun ternyata jika takarannya tepat, kafein dapat memberikan manfaat yang baik.

Lalu berapakah takaran yang tepat itu? Apa efeknya jika terlalu banyak asupan kafein? Berikut segala sesuatu yang perlu Anda ketahui tentang kafein, efeknya, dan apakah Anda perlu mempertimbangkan untuk mengurangi asupan kafein Anda tiap harinya.

Jika Takaran Asupan Kafein Tepat, Bisa Menjadi Obat
sumber gambar

Dasar-dasar kafein

Terus terang, kafein adalah sejenis narkoba psikoaktif yang legal dan tidak diatur di seluruh dunia. Ia bekerja dengan menghalangi aksi bahan kimia dalam otak yang menyebabkan kantuk, yaitu adenosin. Kafein juga membantu merangsang bagian yang berbeda dari sistem saraf, menyebabkan perasaan "terjaga" pada kebanyakan orang setelah mereka meraih secangkir kopi berkafein di pagi hari.

Kafein ditemukan dalam berbagai kacang-kacangan, biji-bijian, dan daun tanaman yang berbeda khususnya adalah tanaman Coffea. Dalam beberapa minuman energi, kafein diekstraksi dan diubah menjadi bubuk murni, berwarna putih sebelum ditambahkan bersama dengan stimulan alami lain seperti taurin dan ginseng.

Kafein sebenarnya dianggap sebagai narkoba? Benarkah?

Kebanyakan dari kita berpikir kafein dalam kopi sebagai sesuatu yang dapat membantu membuat seseorang selalu terjaga. Namun, dibalik itu semua, kafein diklasifikasikan sebagai narkoba. Berikut adalah beberapa alasannya:
  • Jika digunakan secara berlebihan, kafein bisa menjadi kerugian bagi kesehatan dan kesejahteraan. Dalam kasus yang sangat ekstrim, meskipun jarang, bisa mengakibatkan kematian.
  • Kafein berdampak langsung pada kerja kimia otak. Dengan memblokir reseptor tertentu dan merangsang yang lain, ia memiliki pengaruh besar pada tingkat energi dan suasana hati.
  • Ada banyak efek samping jangka pendek dan jangka panjang terkait dengan penggunaan kafein, diare dan perut sakit, juga sakit kepala dan mual. Namun, tidak semua pengguna mengalaminya, tetapi kondisi ini banyak yang mengalami.
  • Kafein sangat bersifat adiktif. Bahkan, kecanduan kafein adalah kondisi medis yang diakui di banyak daerah komunitas medis. Sementara tingkat toleransi tidak meningkat dengan obat lain, ketergantungan fisik ringan pada kopi dapat terjadi. Mereka yang berhenti minum sering mengalami kelelahan, sakit perut, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, dan gejala lainnya.

Perlu dicatat, tidak seperti banyak narkoba lain, kafein memang memiliki beberapa manfaat kesehatan, dan secara keseluruhan, dianggap relatif aman. The American Medical Association Council on Scientific telah mengeluarkan pernyataan bahwa minum kopi atau teh secara moderat tidak akan menyebabkan pengaruh negatif pada kesehatan Anda, jika Anda memiliki kebiasaan sehat lainnya. Tapi jika kebiasaan Anda hanya minum kopi atau teh saja, tentu efeknya akan lain.

Kesimpulannya, jika Anda ingin memperoleh manfaat dari kopi berkafein Anda, silahkan Anda minum kopi secara moderat (secukupnya), serta dibarengi dengan kebiasaan sehat lainnya, misalnya rajin berolahraga dan sebagainya.

Sumber Bacaan

Artikel Menarik Lainnya:



FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

0 komentar:

Posting Komentar